Pemandangan Gunung Fuji dan Pohon Maple Daun Merah

Pemandangan Gunung Fuji dan Pohon Maple Daun Merah

Thursday, February 26, 2015

Sekilas Sejarah Jepang Klasik: Zaman Asuka





                                                                 TempleOfHoryu
Zaman Asuka (飛鳥時代 asuka jidai) adalah salah satu zaman dalam pembagian periodesejarah Jepang yang permulaannya bertumpang tindih dengan akhir zaman Kofun, mulai akhir abad ke-6 hingga awal abad ke-8 ketika istana kaisar dan ibu kota berada di Asuka (sekarang Prefektur Nara).

Pada buku sejarah tempo dulu, zaman Kofundan zaman Asuka pernah disatukan menjadizaman Yamato. Kebudayaan Asukamencapai puncaknya pada zaman kaisar Suiko, sedangkan kebudayaan Hakuhōmencapai puncaknya pada zaman kaisar Tenmu dan kaisar wanita Jitō.

Pada zaman ini, nama negara diganti dariYamato atau Wa menjadi Nihon atau Nippon.

Sekilas Sejarah Jepang Kuno: Zaman Kofun


Zaman Kofun (古墳時代 kofun jidai) adalah salah satu zaman dalam pembagian periodesejarah Jepang yang dimulai pada pertengahan-akhir abad ke-3 sampai sekitar abad ke-7. Pada buku sejarah tempo dulu, zaman Kofun dan zaman Asuka pernah disatukan menjadi zaman Yamato, tapi dalam buku sejarah modern kedua zaman ini dianggap sebagai dua zaman yang terpisah.
Kofun adalah makam kaisar atau bangsawan dengan tanah yang dibuat membukit yang menempati lokasi yang berbentuk perpaduanlingkaran dan persegi empat seperti lubang kunci. Ciri khas zaman Kofun adalah pembangunan Kofun secara terus menerus selama 300 tahun di banyak tempat di Jepang.

Pada zaman Kofun terjadi berkali-kali perang perebutan kekuasaan yang sengit, berbagai macam cara kotor, tipu muslihat dan strategi digunakan untuk dapat berkuasa. Calon penguasa yang merasa lebih kuat tanpa ragu-ragu menyingkirkan semua penghalang termasuk membunuh saudara tiri atausaudara kandung. Pada zaman Kofun teknikirigasi untuk pengairan sawah berkembang dengan pesat.

Sekilas Sejarah Jepang Kuno: Zaman Yayoi



Zaman Yayoi (弥生時代 yayoi jidai) adalah salah satu zaman dalam pembagian periodesejarah Jepang yang mengacu pada Jepang (dengan perkecualian Hokkaido) pada abad ke-8 sebelum Masehi hingga abad ke-3 Masehi. Ciri khas pada barang peninggalan berupa tembikar gaya zaman Yayoi dan penguasaan teknik penanaman padi disawah. Barang-barang peninggalan dari zaman ini pertama kali ditemukan di situs penggalian tumpukan kulit kerang di Yayoi-cho (sekarang distrik Bunkyō di Tokyo) sehingga dinamakan zaman Yayoi. Kebudayaan zaman Yayoi berkembang dari pulau Kyushu sampai sebelah timur pulauHonshu.
Sejalan dengan kemajuan dalam bidang pertanian dikenal perbedaan kelas dan perbedaan kaya miskin yang melahirkan pengelompokkan wilayah yang bisa disebut sebagai bentuk awal negara yang dikenal dengan sebutan Kuni (negara-negara kecil).
Perebutan air dan tanah untuk memperluas penanaman padi di sawah menumbuhkan permukiman penduduk, wilayah terbentuk sebagai hasil perang antar desa, usaha perluasan wilayah dan penguasaan daerah menimbulkan perang antar negara-negara kecil yang meluas di seluruh kepulauan Jepang. Pada waktu itu berhasil terbentuk negara-negara kecil berdasarkan daerah seperti Kyushu bagian utara , KibiSan-in,Kinki, Tōkai, dan Kanto. Pertempuran untuk mencari sekutu dan menyatukan wilayah kekuasaan yang terjadi berulang-ulang kali merupakan proses untuk membentuk negara Jepang zaman kuno.

Sekilas Prasejarah Jepang: Zaman Jomon

sebuah pot peningalan dari era jomon di jepang



Zaman Jōmon (縄文時代 jōmon jidai) adalah sebutan zaman prasejarah kepulauan Jepangyang dimulai dari akhir zaman Pleistosenhingga zaman Holosen, bersamaan denganzaman batu pertengahan atau zaman Batu Baru yang ditandai dengan mulai digunakannya barang-barang tembikar.Okinawa berada pada zaman tumpukan kulit kerang ketika kepulauan Jepang yang lain berada pada zaman Jōmon.

Kegiatan manusia pada zaman Jōmon dalam mencari makanan bergantung pada tempat tinggalnya. Manusia yang tinggal di daerah yang diberkahi kekayaan sumber alam mencari makan sebagai pemburu dan pengumpul jenis tanaman yang bisa dimakan. Manusia zaman Jōmon mulai mengenal kebudayaan tembikar yang bersifat artistik. Ada kecenderungan kebudayaan Jōmon lebih berkembang di Jepang bagian timur berdasarkan jumlah situs penggaliandan beragam jenis barang tembikar yang berhasil ditemukan.

Sekilas Prasejarah Jepang: Zaman Paleolitikum

Peninggalan prasejarah era paleolithicum Jepang

                                            
Zaman Paleolitik Jepang (旧石器時代Kyūsekki Jidai?) diperkirakan dimulai sekitar 100.000 SM hingga 30.000 SM berdasarkan artefak alat-alat dari batu yang telah ditemukan, dan berlanjut sekitar 14.000 SM, pada zaman es akhir yang bertepatan dengan awal periode Mesolitik (zaman Jōmon). Keberadaan manusia di Kepulauan Jepang sebelum 30.000 SM–35.000 SM adalah kontroversial. Keautentikan artefak yang mendukung keberadaan manusia sebelum 35.000 SM di Kepulauan Jepang masih diragukan.

Fosil tertua tulang manusia ditemukan diHamamatsu, Shizuoka. Penanggalan radiokarbon mengungkap fosil-fosil tersebut berasal dari sekitar 14.000–18.000 tahun lalu.

Jepang dan Peringkat di Bidang Internasional

Peringkat internasional 


  • Indeks Pembangunan Manusia - peringkat ke-8 dan 3 besar di Asia
  • Indeks Kebebasan Pers - peringkat ke-11
  • PDB - peringkat ke-2
  • Indeks Kualitas Hidup - peringkat ke-17
  • Indeks Persepsi Korupsi - peringkat ke-17
  • Indeks Kebebasan Ekonomi - peringkat ke-17
  • Laporan Daya Saing Global - peringkat ke-7
  • Peringkat dunia FIFA - peringkat 23
  • Total Perdagangan Internasioanl - peringkat 2

Sekilas Tentang Budaya Jepang

Tembikar Era Jomon
                                                       
Budaya Jepang mencakup interaksi antara budaya asli Jomon yang kokoh dengan pengaruh dari luar negeri yang menyusul. Mula-mula Cina dan Korea banyak membawa pengaruh, bermula dengan perkembangan budaya Yayoi sekitar 300 SM. Gabungan tradisi budaya Yunani dan India, memengaruhi seni dan keagamaan Jepang sejak abad ke-6 Masehi, dilengkapi dengan pengenalan agama Buddha sekte Mahayana. Sejak abad ke-16, pengaruh Eropa menonjol, disusul dengan pengaruh Amerika Serikatyang mendominasi Jepang setelah berakhirnya Perang Dunia II. Jepang turut mengembangkan budaya yang original dan unik, dalam seni (ikebana, origami, ukiyo-e),kerajinan tangan (pahatan, tembikar, persembahan (boneka bunraku, tarian tradisional, kabuki, noh, rakugo), dan tradisi (permainan Jepang, onsen, sento, upacara minum teh, taman Jepang), serta makanan Jepang.

Doraemon dan Nobita, anime dan manga merupakan budaya modern Jepang
  
Kini, Jepang menjadi salah satu pengekspor budaya pop yang terbesar.Anime, manga, mode, film, kesusastraan,permainan video, dan musik Jepang menerima sambutan hangat di seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia yang lain. Pemuda Jepang gemar menciptakan trendbaru dan kegemaran mengikut gaya mereka memengaruhi mode dan trend seluruh dunia. Pasar muda-mudi yang amat baik merupakan ujian untuk produk-produk elektronik konsumen yang baru, di mana gaya dan fungsinya ditentukan oleh pengguna Jepang, sebelum dipertimbangkan untuk diedarkan ke seluruh dunia.

Baru-baru ini Jepang mula mengekspor satu lagi komoditas budaya yang bernilai: olahragawan. Popularitas pemain bisbolJepang di Amerika Serikat meningkatkan kesadaran warga negara Barat tersebut terhadap segalanya mengenai Jepang.
Salah satu kuliner Jepang paling populer, sushi
                                                                         
Orang Jepang biasanya gemar memakan makanan tradisi mereka. Sebagian besar acara TV pada waktu petang dikhususkan pada penemuan dan penghasilan makanan tradisional yang bermutu. Makanan Jepang mencetak nama di seluruh dunia dengansushi, yang biasanya dibuat dari pelbagai jenis ikan mentah yang digabungkan dengan nasi dan wasabi. Sushi memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Makanan Jepang bertumpu pada peralihan musim, dengan menghidangkan mi dingin dansashimi pada musim panas, sedangkanramen panas dan shabu-shabu pada musim dingin.